Peluang Bisnis Kosmetik Tahun 2019

Peluang Bisnis Kosmetik Tahun 2019

Produk-produk B Erl yang sangat laris di pasaran

Sejak dua tahun belakangan ini sangat terasa bahwa bisnis kosmetik di Indonesia semakin menggeliat, pertumbuhannya makin pesat dan bermunculan merk-merk baru baik lokal maupun luar negeri. Lalu bagaimana dengan tahun-tahun mendatang, apakah bisnis kosmetik masih akan terus meningkat? 

Berdasarkan riset yang dilakukan di Amerika tahun 2016, bisnis kosmetik menyumbang keuntungan 45% dari total keuntungan industri ritel. Diprediksi bisnis kosmetik akan menjadi yang terdepan dalam beberapa tahun mendatang. Diyakini juga trend ini tidak hanya terjadi di Amerika saja tapi juga seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di dalam negeri sendiri industri kosmetik nasional bertambah sebanyak 153 perusahaan pada tahun 2017. Sehingga saat ini total ada lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut 95% adalah sektor industri kecil dan menengah (IKM) dan sisanya adalah industri skala besar.

Nurhayati Subakat, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) mengatakan pertumbuhan industri kosmetik tahun lalu melebihi pertumbuhan industri farmasi pada umumnya. “Bahkan untuk jenis kosmetik dekoratif (make-up) bisa sampai 20%,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (21/2).

Menurut catatan Kementerian Perindustrian (Kemperin) untuk industri farmasi, produk obat kimia dan tradisional tumbuh 6,85% pada tahun lalu. Pada 2017 pertumbuhan kosmetik diklaim berada pada rata-rata tersebut, dimana dari sisi ekspor penjualan kosmetik Indonesia mencapai Rp 19 triliun, naik 11,9% year on year (yoy).

Pasar produk kosmetik di Indonesia diyakini masih berpotensi untuk terus tumbuh seiring dengan trend kosmetika yang terus melakukan inovasi dan kebutuhan konsumen yang semakin berkembang. 

Walaupun demikian, kenaikan trend bisnis kosmetik di Indonesia tidak serta merta memudahkan setiap pemain baru untuk masuk. Diperlukan strategi dan perencanaan yang matang untuk bisa eksis dan sukses di bisnis ini.